JURNAL KESEHATAN PERTIWI_Rositawati

HUBUNGAN ANTARA KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN
ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD CIBINONG KABUPATEN BOGOR

Rositawati

Dosen Akademi Kebidanan Bogor Husada
E-mail : bungsuroro@gmail.com

ABSTRAK

Komplikasi yang timbul akibat ketuban pecah dini tergantung pada usia kehamilan. Dapat terjadi infeksi maternal ataupun neonatal, persalinan prematur, hipoksia karena kompresi tali pusat, deformitas janin, meningkatnya insiden seksio sesarea, atau gagalnya persalinan normal. Dengan pecahnya ketuban terjadi oligohidramnion yang menekan tali pusat hingga terjadi asfiksia atau hipoksia. Menurut World Health Organization (WHO) dari 8 juta kematian bayi di dunia 48% adalah kematian neonatal. Dari seluruh kematian neonatal, sekitar 60% merupakan kematian bayi umur < 7 hari, yang disebabkan oleh gangguan perinatal yang salah satunya adalah asfiksia. Organisasi kesehatan dunia menyebutkan bahwa sekitar 23% seluruh kematian neonatus disebabkan oleh asfiksia neonatorum dengan proporsi lahir mati yang lebih besar. Asfiksia neonatorum merupakan penyebab ketiga kematian setelah prematur dan infeksi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Antara Ketuban Pecah Dini (KPD) dengan Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir di RSUD Cibinong Kabupaten Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 1912 ibu bersalin menggunakan teknik Total Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square menggunakan software SPSS 16.0. Berdasarkan uji Chi Square diperoleh nilai X² hitung 56,079 dengan p-value 0,000. Oleh karena p value = 0,000 < α (0,05), maka disimpulkan bahwa ada hubungan antara ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Selama memberikan asuhan dan konseling kehamilan Bidan harus mampu mengidentifikasi penyimpangan kehamilan normal salah satunya adalah ketuban pecah dini dan melakukan penanganan yang tepat termasuk merujuk ke fasilitas pelayanan yang lebih lengkap agar tidak terjadi kompilkasi yang membahayakan ibu maupun janin.

Kata Kunci : Ketuban Pecah Dini (KPD), Asfiksia Neonatorum.

 File Jurnal :  DWONLOAD